Reaksi Masyarakat Saat Diajak Peluk Penderita AIDS
2014-12-28 16:00:00

1943 Views 17 Comments

Kampanye Ayo Peluk ‎ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) yang digagas gerakan ODHA Berhak Sehat, mengajak masyarakat untuk mau memeluk ODHA. Kampanye ini bertujuan untuk menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap para pengidap HIV-AIDS.

"Kita lakukan di Car Free Day karena disini semuanya ngumpul. Dari ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat kelas menengah ke bawah yang sulit akses informasi soal ODHA dan HIV-AIDS. Di sini kita berikan informasi bahwa HIV tidak menular melalui pelukan," tutur Ayu Oktariani, Koordinator Ayo Peluk ODHA, kepada di Car Free Day Jakarta, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (28/12).

Para peserta berkumpul di depan Mal Sarinah Thamrin sejak pukul 05.30 WIB. Tepat pukul 07.00 WIB, para peserta bergerak menuju bundaran HI. Sambil berjalan, peserta yang berasal dari gabungan LSM peduli HIV-AIDS, komunitas pekerja seks, LGBT dan masyarakat umum mengajak para warga yang sedang menikmati car free day untuk berpelukan.

"Ayo peluk. Nggak apa-apa, HIV nggak menular lewat pelukan kok," tutur salah satu peserta ketika mengajak berpelukan.

Irma (42) merupakan salah satu orang yang menanggapi ajakan para peserta. Ibu rumah tangga asal daerah Manggarai ini mengatakan bahwa dirinya tidak takut karena sudah tahu HIV tidak menular lewat sentuhan atau pelukan.

"Iya kan menularnya lewat hubungan seks. Kalau pelukan kan tidak," ungkapnya.

Banyak yang mau memeluk, tak sedikit pula yang masih enggan dan hanya mau bersalaman. Meski begitu, para peserta tetap bersemangat mengajak warga untuk berpelukan.

Kejadian unik muncul ketika salah seorang warga marah dan sembari menunjuk-nunjuk para peserta Ayo Peluk ODHA.‎ Pria yang tidak diketahui namanya ini marah-marah karena menilai apa yang dilakukan Ayu dan kawan-kawannya sia-sia.

"Ngapain ini! Bubar-bubar! Kayak nggak ada kerjaan lain saja!" tutur pria paruh baya yang menolak memberikan namanya tersebut.

Dimarahi seperti itu tak membuat Ayu dan kawan-kawannya gentar. Malahan, mereka semakin semangat meneriakkan yel-yel dan membagikan flyer yang berisikan informasi soal HIV-AIDS.

"Nggak apa-apa. Itu kan dia berarti belum terinformasi, kita terima aja. Masa kendor karena begitu doang," ungkapnya sembari tersenyum.

(detik)

Related Articles

Comments

Web Statistics