Kutukan Film yang Diangkat Dari Video Game
2018-03-21 16:30:00

141 Views 0 Comments

Film yang diangkat dari video game biasanya menghasilkan dua opsi, gagal atau gagal total.

Yang terbaru adalah Tomb Raider. Digarap dengan ambisi tinggi, film yang dibintangi Alicia Vikander itu tak berhasil memenuhi target Warner Bros.

Sepanjang akhir pekan lalu, ia hanya mengumpulkan USD 23,5 juta (Rp 323,5 miliar) di Amerika Utara.

Kalah oleh Black Panther yang sudah lima pekan bercokol di bioskop. Selama pekan lalu, lansiran Marvel Studios itu masih mampu meraih USD 27 juta (Rp 371,6 miliar).

Pendapatan di akhir pekan pertama itu juga jauh di bawah versi sebelumnya, yakni Lara Croft: Tomb Raider (2001). Dibintangi Angelina Jolie, film tersebut memperoleh USD 47,7 juta (Rp 656,5 miliar) pada weekend perdana. Total, ia mengantongi pendapatan USD 274,7 juta (Rp 3,8 triliun).

Sejak premiere pekan lalu, reboot versi Vikander ini memang kurang mencuri perhatian.

Banyak faktor yang membuat Tomb Raider gagal menarik penonton dalam jumlah raksasa. Pertama, soal Vikander. Beberapa kritikus mengatakan, peraih Oscar 2016 itu kurang menjiwai perannya sebagai Lara Croft. Tidak seperti Jolie yang terlihat super-badass dan berani.

Perannya juga dibuat lebih realistis. Lara adalah gadis yang smart. Outfit dia dibuat lebih menyerupai manusia, bukan karakter game.

Namun, faktor terbesar adalah faktor Tomb Raider itu sendiri. Studio menganggap fans game yang dikembangkan Crystal Dynamics tersebut adalah captive market.

Anggapan itu salah besar. Umumnya, mereka justru skeptis film yang diangkat dari game kesayangan mereka bisa bagus. Alhasil, mereka ogah ke bioskop.


https://www.jpnn.com/news/tomb-raider-tak-mampu-lolos-dari-kutukan-video-game

Related Articles

Comments