Kafe Larang Konsumennya Bawa Laptop
2018-02-13 21:05:00

82 Views 0 Comments

Saat sejumlah tempat nongkrong berlomba-lomba untuk menyediakan wifi gratis untuk menarik minat calon pengunjung, kafe ini justru melarang pelanggannya membawa laptop.

Dough Lover, sebuah kafe yang berada di Brighton, Inggris, memiliki strategi yang unik untuk mengembangkan bisnisnya, yaitu dengan 'menyingkirkan' teknologi dari para pengunjungnya.

Tempat yang menyajikan kopi ini memberlakukan larangan bagi pelanggan untuk membawa laptop ke kafe tersebut, ditambah dengan tidak tersedianya wifi di dalamnya.

Ronke Arogundade, pemilik Dough Lover, mengatakan kebijakan tersebut lebih dari sekadar usahanya untuk meningkatkan pendapatan.

Walaupun pengakuan dari sejumlah pemilik kafe di sekitar Brighton bahwa layanan wifi gratis cukup menguras pendapatan mereka. Penyebabnya, para pengunjung yang membawa gadget seperti laptop terlalu menghabiskan banyak waktu di kafe, dengan pembelian yang sedikit.

Arogundade mengaku ia ingin menghidupkan kembali 'seni dari ramah tamah'.

"Tanpa adanya laptop, orang-orang akan menghabiskan waktu secara natural. Mereka minum kopi, makan, berbincang, lalu pergi. Namun, begitu pengunjung membuka komputer, maka mereka akan kehilangan interaksi dengan lingkungan di sekelilingnya," ujarnya.

Selama 4 minggu setelah Dough Lover dibuka pada awal Januari lalu, Arogundade mendapat banyak tanggapan dari para pelanggan terkait dengan kebijakannya tersebut.

"Ada seorang perempuan yang merasa sangat terganggu, namun orang lain justru merasa sangat senang dan menanyakan kepada saya mengapa kami memberlakukan peraturan ini," katanya.

Dough Lover bukan satu-satunya tempat yang membuat kebijakan seperti ini. Beberapa kafe di seluruh dunia seperti Cafe Grumpy dan August First di Amerika Serikat, Enghave Kaffe di Denmark, hingga kafetaria di University of Southampton di Inggris juga memiliki peraturan yang serupa dengan Dough Lover.


https://inet.detik.com/cyberlife/d-3864538/unik-kafe-ini-larang-pengunjung-bawa-laptop

Related Articles

Comments