Fakta Tentang Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang
2018-02-14 03:05:00

85 Views 0 Comments

Satu keluarga di RT 05/12, Perumahan Taman Kota Permai, Periuk, Tangerang, ditemukan dalam keadaan mengenaskan, Senin (12/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Emma (40) dan dua orang anak perempuannya yang bernama Nova (20) dan T (11) ditemukan tak bernyawa dengan sejumlah luka bacok di tubuh mereka. Sementara suami Emma, Muktar Efendi alias Habib, ditemukan kritis dengan luka tusuk di perut dan lehernya.

Tetangga mendengar keributan antara Emma dan Muktar pada Senin (12/2) dini hari sejak pukul 01.00 hingga 03.00 WIB. Namun, sekitar pukul 04.00 WIB, keributan itu mereda.

Hingga siang hari, sekitar pukul 14.30 WIB, tak ada satu pun anggota keluarga tersebut keluar rumah. Akhirnya, Ketua RT setempat, Pratomo, bersama warga lain bernama Alwanto mencoba masuk ke dalam rumah yang saat itu tak terkunci.

"Saat Ketua RT membuka pintu kamar depan, mereka melihat ketiga orang di atas tempat tidur dalam posisi tertelungkup berpelukan dan sudah tak bernyawa," jelas Harry.

Tiga orang yang dimaksud adalah Emma, dan dua anak perempuannya Nova dan T.

Alwanto lalu mengecek kamar belakang dan menemukan Muktar dalam kondisi kritis dengan luka robek di perut dan leher.

Jenazah Emma beserta kedua anaknya dievakuasi di RS Sari Asih Tangerang. Sementara, Muktar dirawat dalam keadaan kritis di rumah sakit yang sama.

Pada pukul 16.00 WIB, Polresta Tangerang melakukan olah TKP di lokasi kejadian serta memasang police line. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut.

Amin, salah satu warga sekitar lokasi menyebut, keluarga ini memang dikenal tertutup. Mereka jarang bergaul dengan lingkungan sekitar karena sibuk berdagang.

Menurut Amin, Emma dan Muktar diketahui berjualan pakaian muslim. "Mereka jarang bergaul, karena keduanya sibuk berdagang," kata Amin (55) salah seorang tetangga korban.

Selain itu, menurut Amin, Emma sudah empat kali menikah. "Ini suami ke empatnya," katanya.

Di sisi lain, anak pasangan suami istri itu, T, juga dikenal sebagai anak yang pemurung. Hal itu diungkapkan oleh salah seorang guru T yang enggan disebutkan namanya.

"Papa mamanya suka ribut, kadang kebawa sama T ke sekolah, cuma ya namanya anak-anak belum terlalu paham," kata wanita yang enggan disebutkan namanya itu, di lokasi, Senin (12/2).

Permasalahan ini memang sudah diketahui oleh para guru di sekolah T. Hanya saja, T hanya terlihat murung saat kedua orang tuanya bertengkar. Saat kondisi normal, T bahkan dikenal sebagai anak yang sangat ceria dan mudah bergaul.


https://kumparan.com/diahharni/fakta-lengkap-pembunuhan-satu-keluarga-di-tangerang

Related Articles

Comments