Terlalu Romantis Justru Rentan Putus
2017-12-30 10:05:00

77 Views 0 Comments

Romantis memang harus, tapi jangan sampai pencitraan. Menjalani hubungan dengan apa adanya bisa bikin langgeng daripada cuma fokus sama romantis saja. Tidak heran kalau pasangan yang terlalu romantis, justru berakhir putus.

1. Lebih mudah bosan
Hubungan itu butuh bumbu. Kalau datar-datar saja, romantis-romantis terus dan tidak ada masalah yang harus diselesaikan bersama, jelas saja bosan.

2. Terlalu fokus dengan apa kata orang
Karena pada dasarnya keromantisan itu dimulai dengan niat ingin menunjukkan pada orang lain, bukan murni karena keinginan. Kalau memang serius, hindari pencitraan dan drama.

3. Hubungan jadi tidak menarik lagi
Biasanya, romantis jadi hal yang diperjuangkan. Kalau sudah romatis sejak awal dan fokus untuk mempertahankannya tanpa menyuarakan perasaan sebenarnya, hubungan jadi tidak menarik lagi.

4. Kurang ada tantangan
Kurang ada penyedap. Pasangan yang awet itu justru yang apa adanya. Kalau bertengkar ya bertengkar, kalau baikan ya baikan. Semuanya serba terbuka.

5. Memiliki banyak konflik terpendam
Pasangan yang terlalu romantis cenderung cuek dan tidak peduli dengan keadaan sekitar. Inilah yang bisa menimbulkan banyak konflik antara hubungan mereka dengan orang sekitar.

6. Terlalu berlebihan
Bisa dibilang lebay. Bagaimana tidak, pasangan yang terlalu romantis cenderung tidak tahu situasi kondisi. Dimanapun pamer kemesraan, yang penting eksis dengan tetap mesra. Fokusnya salah.

7. Pasangan yang terlalu romantis biasanya tidak kuat dengan masalah
Ada sedikit saja masalah, langsung kagok dan minta putus. Alasan ini yang paling sering terjadi. Karena terlalu romantis, jadi tidak pernah berlatih menyelesaikan masalah bersama.


https://life.idntimes.com/relationship/stella/7-alasan-kenapa-pasangan-yang-terlalu-romantis-kebanyakan-malah-putus-1

Related Articles

Comments

Web Statistics