Sedang Gali Jamban, Malah Nemu 8 Guci Kuno
2015-09-14 15:00:00

889 Views 0 Comments

Delapan buah guci kuno ditemukan Rojikon (38) pada Minggu 13 September 2015 kemarin ketika sedang menggali lubang untuk membuat jamban bersama saudaranya, Asep, di samping rumahnya. Diperkirakan guci tersebut merupakan benda peninggalan era Pemerintahan Rakai Garung, Raja Kerajaan Mataram Kuno dari Dinasti Wangsa Sanjaya pertengahan abad ke-8 Masehi.
 
Rojikon mengungkapkan, guci-guci tersebut ditemukan di kedalaman hampir 2 meter. Awalnya, ia menggali tanah di belakang rumahnya menggunakan linggis. Setelah beberapa kali menggali, linggis yang dihujamkan itu membentur benda keras.
 
Mengira bahwa benda benda keras tersebut adalah batu, ia pun menghujamkan linggisnya lebih keras lagi. Tiba-tiba, terdengar bunyi “brak” seperti tong pecah.
 
Tersontak dengan bunyi suara tersebut, ia pun langsung menghentikan penggalian tanah dan memeriksa benda apakah yang berada di dalam tanah tersebut. Setelah diperiksa, ternyata benda tersebut adalah guci tua berdiameter sekira 50 cm. Sebagian guci tersebut pecah karena terkena hujaman linggis.
 
Setelah itu, Rojikun meneruskan penggalian secara hati-hati seraya berupaya mengangkat guci tersebut. “Setelah saya gali secara hati-hati, perlahan bentuknya mulai terlihat. Sebuah guci besar berwarna coklat kekuningan dengan sedikit motif. Kemudian, guci itu saya angkat dan saya bersihkan. Ternyata saya menemukan guci lain dengan ukuran berjenjang lebih kecil di dalam guci besar itu,” ungkapnya.
 
Setelah guci-guci berukuran lebih kecil yang berada di dalam guci besar diangkat, terhitung ada delapan buah guci yang ia temukan. Namun guci yang paling besar tampak berlubang akibat hujaman linggis saat ia mengali tanah tadi. “Puing-puing pecahan guci sudah saya kumpulkan,” ujarnya.
 
Terkait penemua tersebut, Kades Sitiharjo, Nurcholis mengatakan, penemuan guci kuno tersebut merupakan bagian terkecil dari bukti sejarah bahwa Desa Sitiharjo memiliki peran strategis di masa lampau.
 
Bahkan, kata dia, cerita turun-temurun dari leluhur menjelaskan bahwa desa ini pernah menjadi pusat pemerintahan kerjaan Mataram Kuno. Konon, batu untuk membuat Candi Dieng diambil dari desa ini.
 
Menurutnya, penemuan guci kuno tersebut bukan hal yang baru di desanya. Sekira 20 tahun yang lalu, akibat tebing longsor di pinggir desa muncul guci kuno dengan ukuran cukup besar. Namun, oleh warga Desa Sitiharjo guci kuno tersebut tidak diambil tetapi, ditimbun kembali.
 
(http://news.okezone.com/read/2015/09/14/512/1213591/gali-jamban-warga-temukan-delapan-guci-era-mataram-kuno)

Related Articles

Comments